MENGHAJIKAN ORANG LAIN (BADAL HAJI)


MENGHAJIKAN ORANG LAIN (BADAL HAJI)
M. Fatoni Asyhari
0811106389, 26e0e29d


 

Apa itu Badal Haji ?
Badal = Menggantikan. Badal Haji berarti Melaksanakan Ibadah Haji atas nama orang lain.
  
Siapakah yang boleh dibadalkan ?
      1.  Orang sakit yang tidak bisa diharapkan kesembuhannya
      2.    Orang yang tidak mampu ke Baitullah secara fisik
      3.   Orang yang telah wafat

Prioritas Badal Haji untuk siapa dulu ?
      1.    Ibu
      2.    Ayah
Jika salah satu orang tua telah berhaji, maka badalkan yang belum berhaji
      3.    Kerabat terdekat
      4.    Kerabat lainnya
      5.    Orang lain

Siapakah yang dapat melaksanakan Badal Haji ?
      1.    Orang yang telah berhaji untuk dirinya sendiri.
      2.    Pria boleh membadalkan wanita.
      3.    Wanita boleh membadalkan pria.
      4.    Satu orang pelaksana Haji hanya untuk satu orang yang dibadalkan dalam musim haji yang sama.

Untuk siapa pahala Badal Haji ?
ج: إذا كان هذا الشخص الذي وكلته بالحج عن أمك قد أدى المناسك بنية النيابة عنها فحجه عنها صحيح ، ولكما في ذلك الأجر ولوالدتك ثواب الحج إن شاء الله، سواء أخذ المال الذي دفعته إليه أم لم يأخذه، وإذا تركه تعففًا واحتسابًا فهو أعظم لأجره وأحرى لقبول حجه.
Apabila seseorang itu (Pelaksana Badal) yang kamu wakilkan hajinya untuk Ibumu telah melaksanakan manasik haji (syarat, rukun, wajib dan sunnah haji) dengan niat badal haji atas nama Ibumu, maka hajinya sah. DAN UNTUKMU BERDUA (YANG MEMBIAYAI DAN PELAKSANA BADAL) SERTA IBUMU MENDAPAT PAHALA HAJI INSYA ALLAH, baik apakah dia menerima bayaran yang kamu berikan atau tidak mengambilnya. Apabila dia tidak menerima bayaran karena iffah (menjaga diri) dan berharap pahala, maka akan mendapat pahala yang lebih besar dan lebih jelas diterima hajinya.
(Fatwa Lajnah Ad-Daimah Lilbuhuts Al-Ilmiyah wal Ifta No 57:10)

BADAL HAJI UNTUK USIA LANJUT YANG SAKIT.
عن أبي رُزَينٍ العُقَيلِيِّ لَقِيطِ بنِ عامرٍ أنَّه أتَى النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ فقالَ يا رسولَ اللهِ إنَّ أبي شيخٌ كبيرٌ لا يستطيعُ الحجَّ ولا العمرةَ ولا الظَّعنَ فقالَ حُجَّ عن أبيكَ واعتمرْ
الراوي : أبو رزين العقيلي لقيط بن عامر المحدث : ابن الملقن. المصدر : شرح البخاري لابن الملقن الصفحة أو الرقم: 30/384 خلاصة حكم المحدث : صحيح
Dari Abu Razin Al-‘Uqaili Laqith bin ‘Amir RA, Sesungguhnya ia datang kepada Nabi صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ  lalu bertanya : Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku orang yang sudah tua. TIDAK BISA BERHAJI, BERUMRAH DAN TIDAK BISA JUGA DITANDU. Beliau صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ َ  bersadba : Hajikanlah untuk bapakmu dan umrahkanlah.

BADAL HAJI UNTUK YANG SUDAH WAFAT.
أتَى رجلٌ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فقال له : إن أُختي نذَرَتْ أن تَحُجَّ، وإنها ماتَتْ، فقال النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم : ( لو كان عليها دَينٌ أكنتَ قاضِيَه ) . قال : نعم، قال : ( فاقضِ اللهَ، فهو أحقُّ بالقَضاءِ (
الراوي : عبدالله بن عباس المحدث : البخاري المصدر : صحيح البخاري الصفحة أو الرقم: 6699 خلاصة حكم المحدث :  صحيح
Dari Abdullah bin Abbas, Datang seorang laki-laki kepada Nabi صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ  lalu berkata kepada beliau : Sesungguhnya saudariku nadzar untuk berhaji, tetapi ia meninggal dunia. Maka Nabi صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ  bertanya : “Andaikata ia mempunyai hutang, bukankah engkau akan membayarnya ?”. Ia menjawab : “Ya”. Beliau kemudian bersabda : ”MAKA BAYARLAH HUTANG HAJI ITU KEPADA ALLAH, SEBAB ALLAH LEBIH BERHAK UNTUK DIBAYAR”

BADAL HAJI UNTUK SAUDARA ATAU ORANG LAIN.
أن النبي صلى الله عليه وسلم سمعَ رجلا يقول لبّيكَ عن شِبْرِمةَ قال : من شِبْرِمةُ ؟ قال أخٌ لي أو قريب لي. قال : حجَجْتَ عن نفسكَ ؟ قال لا. قال : حُجّ عن نفْسِكَ ثم حُجّ عن شِبْرِمةَ
الراوي : عبدالله بن عباس المحدث : ابن الملقن المصدر : تحفة المحتاج الصفحة أو الرقم: 2/135 خلاصة حكم المحدث : إسناده على شرط الصحيح

Dari Abdullah bin Abbas, bahwasannya Nabi  صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ  mendengar (ketika berhaji) seorang laki-laki mengucapkan talbiyah haji : Labbaika (kupenuhi panggilanMu Ya Allah) atas nama hajinya Syubrumah’. Nabi  صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ  bertanya : “Siapa Syubrumah?”. Ia menjawab : “Saudara saya atau kerabat saya”. Nabi bertanya : ”Apakah engkau telah berhaji untuk dirimu sendiri?”. Ia menjawab : “Belum”. Maka beliau bersabda : ”BERHAJILAH UNTUK DIRMU SENDIRI, KEMUDIAN (KELAK) KAMU BERHAJI UNTUK SYUBRUMAH”

Kami siap membantu Bapak/Ibu/Sdr/Sdri untuk urusan Badal Haji.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MENGHAJIKAN ORANG LAIN (BADAL HAJI)"

Posting Komentar