SHALAT TASBIH DALAM HADITS SHAHIH


SHALAT TASBIH DALAM HADITS SHAHIH

By Ust. M. Fatoni Asyhari 
(0811106389, 26e0e29d)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَـلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ المُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلاَ أُعطِيْكُ أَلاَ أَمْنَحُكَ أَلاَ أَحَبُوِكَ أَلاَ أَفَعَلُ بِـكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْـتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوْلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمـَهُ وَحَدِيْثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيْرَهُ وَكَبِـيْرَهُ سِـرَّهُ وَعَلاَنِيَـتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبـَعَ رَكَعَاتٍ تَكْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَائَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُلِ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَـاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَـاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْـجُدُ فَتَقُولُهَا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ بُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَـنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُركَ مَرَّةً
الراوي : عبدالله بن عباس المحدث : الألباني  المصدر : صحيح الجامع - الصفحة أو الرقم:    7937خلاصة حكم المحدث : صحيح

Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda kepada Abbas bin Abdul Muththalib, “Hai Abbas, hai pamanku, maukah engkau aku beri ? Maukah engkau aku kasih ? Maukah engkau aku beri hadiah? Maukah engkau aku ajari sepuluh macam ? Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu : dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa). Engkau shalat empat rakaat. Pada setiap rakaat engkau membaca Al-Fatihah dan satu surat. Jika engkau telah selesai membaca (surat) pada awal rakaat, sementara engkau masih berdiri, engkau membaca, ‘Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar’ sebanyak 15 kali. Kemudian ruku’, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau turun sujud, ketika sujud engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau bersujud, lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Maka itulah 75 (dzikir) pada setiap satu rakaat. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Jika engkau mampu melakukan (shalat) itu setiap hari sekali, maka lakukanlah! Jika engkau tidak melakukannya, maka lakukan setiap bulan sekali, Jika tidak, maka lakukan setiap tahun sekali, Jika engkau tidak melakukannya, maka lakukan sekali dalam umurmu.

Hadis sejenis juga ada di kitab Shahih Abi Daud, Shahih Ibnu Majah, Shahih At-Targhib dan kitab lainnya. Jika ada yang menganggap shalat tasbih itu bid’ah atau hadisnya maudhu’ hendaknya dikaji secara konfrehensif. Jangan sampai karena ada yang menyatakan dalilnya lemah atau palsu, tapi hadis yang shahih dalam jumlah yang banyak diabaikan. Kebenaran mutlak hanya pada Allah.

TATA CARA SHALAT TASBIH
Shalat Tasbih yang utama dilaksanakan 4 rokaat dengan satu tasyahhud. Dalam tiap rokaatnya ada 75 tasbih, sehingga total jumlah tasbihnya 300, dengan keterangan sebagai berikut :
1.        Pada setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan satu surat.
2.        Saat masih berdiri sebelum ruku’, membaca :
سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر
Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar  15 kali.
3.        Ruku’, baca doa ruku’ lalu bertasbih seperti di atas 10 kali.
4.        I’tidal, baca doanya lalu bertasbih 10 kali.
5.        Sujud, baca doanya lalu bertasbih 10 kali.
6.        Duduk antara dua sujud, baca doanya lalu bertasbih 10 kali.
7.        Sujud, baca doanya lalu bertasbih 10 kali.
8.        Duduk sebelum berdiri, lalu bertasbih 10 kali.
Lakukan langkah diatas pada rakaat kedua. ketiga dan keempat.
Khusus pada rokaat keempat, tasbih point ke-8 dibaca setelah tasyahhud akhir.
9.        Salam

WAKTU SHALAT TASBIH
Waktu yang utama adalah pada malam hari. Terutama pada sepertiga malam terakhir. Dirikanlah shalat Tasbih setiap hari sekali, jk tidak mampu, boleh setiap bulan, atau setiap tahun atau seumur hidup sekali.

MANFAAT SHALAT TASBIH
Allah mengampuni sepuluh macam dosa. Dosa awal dan akhir, dosa lama dan baru, dosa tidak disengaja dan disengaja, dosa kecil dan besar, dosa rahasia dan terang-terangan.

 والله اعلم بالصواب

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "SHALAT TASBIH DALAM HADITS SHAHIH"

  1. Terima kasih.. informasi tentang Shalat Tasbih sangat bermanfaat bagi kami.
    Untuk memudahkan menghitung bacaan tasbih bisa menggunakan tasbih giok, bisa di peroleh di www.tasbihgiok.com

    BalasHapus