Perjuangan Dalam Menanti Buah Hati


Perjuangan Dalam Menanti Buah Hati
Oleh : Hamba Allah (Jamaah Umroh)


Dengan selalu mengucap rasa syukur kepada Allah SWT. dan juga didorong untuk sharing oleh pak Ustad Fatoni, saya ingin sharing pengalaman saya & istri ketika menunggu kelahiran buah hati kami yang sudah cukup lama dinanti-nanti dengan penuh perjuangan.
Saya & istri menikah Sekitar bulan Maret 2008 dimana usia saya waktu itu 24 tahun dan istri masih 23 tahun, yang menurut ahli kedokteran masih usia subur pasutri. Beberapa bulan kami lalui tapi istri masih saja datang bulan. Perasaan cemas dan kuatir selalu membayangi tiap bulan sebelum istri datang bulan, karena kami sangat ingin segera dikaruniai keturunan. Orang tua dan kerabat tetap memberi semangat dengan mengatakan ya itung-itung anggap masa tambahan untuk pacaran
Alhamdulillah saat yang dinanti-nanti tiba, 6 bulan setelah pernikahan istri saya telat datang bulan dan setelah memakai test pack positif hamil, ketika cek ke dokter pun juga positif hamil serta istri mengalami gejala hamil muda (mual2, dsb). Ketika kehamilan memasuki usia dua bulan dari hasil USG dideteksi kalau janin tidak ada denyut jantungnya. Kontan saja kami coba pindah ke dokter lain ternyata hasilnya sama tapi dokter tersebut membesarkan hati kami kalau hal ini masih wajar. Beberapa minggu setelah itu sekitar sore hari istri mengalami flek dan saya putuskan istirahat saja di rumah, tapi Allah SWT berkehendak lain pagi harinya pendarahan istri makin banyak dan saya putuskan kami segera ke rumah sakit tempat kami control terakhir kali. Penantian panjang dan penuh cemas ketika istri bed rest di rumah sakit sambil monitor keadaan janin sambil kami semua berdoa mohon diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. Karena pendarahan yang tidak kunjung selesai dan posisi kantung kehamilan sudah mulai mengerut dan mulai turun ke jalan lahir akhirnya diputuskan oleh dokter untuk di curet (pengambilan Janin dengan menggunakan alat dan pembersihan rahim). Kami harus relakan anak pertama kami yang tidak sempat tumbuh dengan sempurna dikeluarkan dari rahim istri sekitar Januari 2009. Kebetulan ketika di curet kantung kehamilan belum pecah alias masih utuh & ketika saya buka memang kosong, janinnya hanya sebesar benih beras.
Analisis dokter waktu itu adalah BO (blighted Ovum) atau ovum yang tidak terbuahi dengan sempurna, selain itu ada analisis juga kalau tali pusatnya terhambat sehingga bayi tak berkembang. 3 bulan kemudian kami mulai lagi konsultasi ke dokter yang lain lagi tapi istri juga belum kunjung hamil berbulan-bulan setelahnya padahal sudah mulai program hamil.  Sampai kami putuskan untuk coba lagi berobat ke dokter yang paling terkenal mengatasi fertilitas di Jakarta yang kebetulan praktek disekitaran daerah Wijaya. Beraneka ragam test kami lalui (suami istri di test lab) sampai menghabiskan dana jutaan supaya tahu masalah lebih dalam dan menghasilkan analisis yang jauh lebih kompleks lagi tapi intinya adalah istri saya dulu pernah terinfeksi virus toxoplasma, Rubella, dan CMV atau bahasa populernya TORCH. Karena tahu resikonya bisa keguguran lagi atau bayi terlahir cacat kami urungkan niat untuk memiliki keturunan sampai virus hilang setelah melalui terapi pengobatan. Lagi-lagi dokter berkata untuk silahkan saja program hamil asal tetap konsumsi obat dari beliau (tentu saja obat tersebut juga mahal sekali harganya).
Alhamdulillah istri kembali hamil sambil terus mengkonsumsi obat dokter tersebut, memasuki usia kehamilan kedua rupanya Allah SWT berkehendak lain sehingga istri saya mengalami pendarahan lagi. Oleh dokter disuruh bed rest full di rumah di atas tempat tidur saja. Sedih rasanya lihat istri tidak bisa ke mana-mana harus tetap di atas tempat tidur saja, padahal darah kadang masih suka keluar. Setelah diperiksakan lagi oleh dokter lewat USG ternyata janin tidak terlihat lagi dan denyut juga tidak terdeteksi. Lagi-lagi kami harus merelakan anak kami digugurkan supaya tidak membahayakan kesehatan ibunya. Anak kedua kami digugurkan pada Agustus 2009 dengan cara minum obat saja yang merangsang rahim untuk kontraksi dan memang setelah saya cuci plasentanya memang tidak ada janin yang berkembang dan memang analisis dokter benar karena kehamilan yang kedua ini juga blighted ovum (BO) juga.
Karena sudah dua kali mengalami masa sulit dan kegagalan seperti itu, Alhamdulillah saya & istri ada rizki untuk menunaikan umroh menjadi tamu Allah ke baitullah. Ibu & ibu mertua saya ajak ikut serta dan di saat itulah saya mengenal pak Fatoni yang juga sempat kesulitan mempunyai anak. Selain berdoa di tempat-tempat mustajab tentunya kebanyakan isinya meminta keturunan saya juga dapat tips-tips dari pak Fatoni seperti yang di tulis di blog beliau www.sakinahkonseling.blogspot.com “Konseling Keluarga Sakinah”.
Pulang dari umrah kami juga teringat akan pengobatan alternative sesuai saran dari saudara istri. Pada bulan October 2009 kami juga mulai pengobatan alternative spesialis torch di daerah perumahan Indraprasta Bogor yang terapisnya bernama pak Anda Juanda (www.spesialis-torch.com). Di Bogor ini juga kami mendapatkan banyak ilmu baru tetang virus torch & ternyata banyak pasien yang sudah berhasil disembuhkan oleh pak Juanda, setelah test lab lagi saya juga didiagnosa tertular troch dari istri saya sehingga saya juga ikutan berobat. Masya Allah, rupanya inilah petunjuk-petunjuk yang diberikan Allah supaya kami mendapatkan keturunan. Selain mengikuti terapi tersebut yang bentuknya hanya minum obat setiap pagi hari, saya & istri juga memperbaiki sikap-sikap yang kurang baik serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kalau dirangkum amalan yang biasa kami kerjakan adalah (sebagian besar amalan dari pak Fatoni):
  1. Shalat Taubat
  2. Suami – istri saling minta maaf dan juga minta maaf kepada orang tua
  3. Istiqomah shalat Dhuha
  4. Selalu berdoa di akhir shalat untuk keturunan yang shaleh/shalehah, sehat jasmani & rohani.
  5. Istiqomah membaca Al-Quran tiap hari
  6. Istiqomah berpuasa senin-kamis
  7. Bersedekah aktif dan tidak pelit dalam bersedekah
  8. Menyantuni anak yatim
  9. Melaksanakan shalat hajat sebelum berhubungan
  10. Merubah sikap dan sifat dari yang dibenci Allah SWT
  11. Selalu menghindarkan diri dari uang/barang haram
  12. Selalu yakin pada Allah SWT bahwa kami akan diberikan keturunan yang unggul dan terbaik
Alhamdulillah setelah semua amalan dijalankan dengan konsisten & full ikhlas dan berserah diri kepada Allah SWT pada Maret 2010 dari hasil lab torch saya&istri sudah bernilai negative & setelah sebelumnya menurut pak Juanda sudah boleh program hamil. Syukur walhamdulillah saat-saat yang ditunggu tiba dan istri saya hamil pada bulan April 2010. Tentunya selama kehamilan tersebut amalan tetap dilaksanakan untuk menjaga si jabang bayi sambil istri tetap minum obat pak Juanda. Tak lupa untuk mengucap syukur kami tetap sedekah ke anak yatim di awal kelahiran istri, sebelum 4 bulan & sesudah bayi lahir. Banyak hal yang menarik ketika istri hamil yang ketiga ini di mana jenis kelamin bayi sudah dengan jelas terlihat di usia 3 bulan, usia 4 bulan posisinya bersujud (subhanallah), mendekati usia 4 bulan ini juga saya pernah setengah sadar dari tidur tiba-tiba kamar menjadi terang benderang seperti ada yang mengantarkan ruh anak (Waallahualam), dan lainnya janin yang cepat berinteraksi ketika diajak berbicara. Selama kehamilan sampai persalinan juga tidak ada kendala yang berarti padahal ketika kehamilan yang ketiga ini dokter spesialis kandungan & rumah sakit tidak kami beritahu sama sekali riwayat dua keguguran sebelumnya dan mereka analisis selalu bayi & ibunya dalam kondisi sehat.
Alhamdulillah pada bulan Desember 2010 anak kami terlahir melalui persalinan normal dan sehat wal afiat. Tidak ada sama sekali ciri-ciri bayi penderita virus torch sampai dengan saat ini bahkan dibandingkan dengan teman-temannya yang lahirnya sama anak kami terlihat aktif sekali. Demikian sharing yang bisa kami sampaikan, moga-moga bapak-ibu yang belum dikaruniai keturunan insya Allah cepat diberikan oleh Allah SWT asalkan kita tetap terus berusaha, tidak patah semangat & selalu berserah diri kepada Allah SWT. Yang perlu diingat cobaan dan penyakit itu datangnya dari Allah SWT dan hanya Allah SWT yang bisa menyembuhkan melalui perantaraan hamba-hambanya.

Catatan dari Fatoni :
Hamba Allah yang menulis True Story ini adalah jamaah umroh saya. Saya beritahukan pengalaman mendapatkan keturunan saat umroh, alhamdulillah bisa memberikan manfaat. Redaksinya asli dari yg bersangkutan, saya hanya posting di blog ini tuk sharing.

Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "Perjuangan Dalam Menanti Buah Hati"

  1. subhanallah...terima kasih telah berbagi cerita.
    http://kafebuku.com/menyambut-kelahiran-sang-buah-hati/

    BalasHapus
  2. subhanallaah,walhamdulillah..Syukron katsiiraan telah berbagi pengalaman.dan pastinya masukan bwt sy pribadi.sangat bermanfa'at sekali..

    BalasHapus
  3. Rahmat Allah meliputi segala sesuatu. Amin.

    BalasHapus
  4. artikel yang menarik, tulisan ini yang sedang saya cari,terus semangat menulis artikel-artikel bagus seperti ini. Saya tertarik dengan artikel ini, saya sering mengunjungi blog-blog keren lainnya juga lho.. salah satunya ini,coba deh kunjungi: http://www.inoagroup.com/2015/02/wanita.html

    BalasHapus
  5. toko lelaki
    vimax jakarta
    viagra asli
    obat kuat levitra

    http://tokolelaki.xyz/
    http://tokolelaki.xyz/obat-pembesar-penis-vimax/
    http://tokolelaki.xyz/obat-kuat-viagra-usa-asli/
    http://tokolelaki.xyz/obat-kuat-levitra/

    BalasHapus